Sejarah Singkat

Home / Profil / Sejarah Singkat

  Berangkat dari semakin sulitnya kondisi ekonomi akibat kenaikan harga BBM di tengah krisis moneter, beberapa warga kecamatan Ngunut Tulungagung, bersepakat mendirikan lembaga ekonomi berbasis kerakyatan. Akhirnya pada tanggal 23 Agustus 2004, Koperasi Bahtera didirikan dengan Anggota awal 15 orang. Tanggal 02 Februari 2005 berubah nama menjadi Koperasi Bahtera Sejahtera dan beranggotakan 25 orang, dengan kepengurusan sebagai berikut: A. PENGURUS HARIAN :

  1. Ketua                      : H. Haryono, S.Pd
  2. Wakil Ketua          : Bambang Supriyanto
  3. Sekretaris              : Ir. Ari Wijaya
  4. Bendahara             : Yus Kunahari, SP
  5. Anggota                  : Bagus Burham, S.Pd

B. BADAN PENGAWAS :

  1. Ketua                        : Mianta Dharbeni
  2. Sekretaris                : Slamet
  3. Anggota                   : Kefas Hendriawan

Badan Hukum Koperasi dapat diperoleh pada tanggal 31 Mei 2006 dengan jumlah Anggota 72 orang. Menanggapi desakan Anggota yang berasal dari luar kota Tulungagung, Pengurus memutuskan mengajukan ijin operasional ke tingkat propinsi. Kini, status tingkat propinsi telah diperoleh dengan nama Koperasi Bahtera Sejahtera Jawa Timur dengan jumlah Anggota 800 orang (per 12 Agustus 2016).   SEJARAH CREDIT UNION Credit Union lahir di Jerman tahun 1849 di tengah-tengah kondisi sosial ekonomi yang suram pada musim dingin, terjadi paceklik, banyak penyakit menular dan lintah darat. Akibatnya orang kampung pindah ke kota untuk mencari pekerjaan. Di kota mereka menjadi kuli yang diupah sangat murah. Keadaan semakin parah ketika meletus revolusi industri, yakni tenaga manusia diganti dengan tenaga mesin. Akibatnya pengangguran semakin bertambah dan keadaan ekonomi semakin sulit.   Melihat kondisi ini timbul gagasan dari walikota Flammersfield untuk menolong kaum miskin. Nama walikota itu FREDERICH WILHELM REIFFEISEN, yang kemudian dikenal sebagai pendiri Credit Union (CU).   Dengan cara meminta bantuan kepada orang kaya untuk memberi sumbangan, F. W. Raiffeisen berhasil mengumpulkan uang dan roti, kemudian dibagikan kepada kaum miskin. Namun usaha Raiffeisen ini gagal, karena :

  1. Menerima bantuan berarti hanya menunggu bantuan.
  2. Masyarakat miskin menjadi semakin miskin karena akhirnya menjadi pemalas, penjudi dan pemabuk.
  3. Penyumbang tidak mau menyumbang lagi.

  Dari kegagalan-kegagalan ini Raiffeisen berkesimpulan :

  1. Derma tidak akan menolong manusia, tetapi sebaliknya malah merendahkan martabat manusia yang menerimanya.
  2. Kesulitan si Miskin hanya dapat diatasi oleh si Miskin itu sendiri dengan cara menabung untuk mengumpulkan modal bersama kemudian dipinjamkan kepada sesama mereka.

  Credit Union masuk Indonesia tahun 1950-an, tetapi mulai bangkit dan berkembang pesat sejak tahun 1970. yang memegang peranan penting dalam perkembangan CU di Indonesia adalah Albert Karim Arbiej (meninggal dalam tugas di Dili, Timtim, saat pecah perang saudara 11 September 1999).  

KEMBALI >

About Guardian

All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined an chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined Lorem Ipsum as their default model text, and a search for web sites.